Memilih material ducting AC yang tepat adalah keputusan krusial dalam perencanaan sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). Dua material yang paling mendominasi pasar Indonesia saat ini adalah Ducting PU (Polyurethane) dan Ducting BJLS (Baja Lapis Seng).
Banyak pemilik gedung atau kontraktor pemula yang bingung: "Mana yang lebih awet? Mana yang lebih hemat energi? Dan mana yang lebih murah?" Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan keduanya secara teknis dan ekonomis.
Pengertian Dasar
1. Apa itu Ducting BJLS?
BJLS adalah singkatan dari Baja Lapis Seng. Ini adalah jenis ducting konvensional yang terbuat dari lembaran plat galvanis. Sistem ini biasanya membutuhkan isolasi tambahan (glasswool) di bagian luar atau dalam untuk mencegah kondensasi (pengembunan) dan menjaga suhu udara.
2. Apa itu Ducting PU?
Ducting PU atau Polyurethane Duct adalah inovasi yang lebih modern. Material ini berbentuk panel busa kaku (rigid foam) yang dilapisi aluminium foil di kedua sisinya. Ducting PU sering disebut sebagai Pre-insulated Duct karena materialnya sendiri sudah berfungsi sebagai isolator suhu, tanpa perlu tambahan glasswool.
Perbandingan Utama PU vs BJLS
Berikut adalah analisa mendalam berdasarkan 4 parameter utama: Isolasi, Berat, Instalasi, dan Ketahanan.
1. Isolasi Termal & Efisiensi Energi
Ducting PU memiliki konduktivitas termal yang sangat rendah (sekitar 0.020 W/mK). Artinya, udara dingin dari AC tersalurkan maksimal tanpa banyak yang bocor keluar di perjalanan. Sifatnya yang air-tight (kedap udara) membuat kinerja kompresor AC lebih ringan.
Sebaliknya, Ducting BJLS sangat bergantung pada kualitas pemasangan isolasi glasswool. Jika isolasi robek atau tidak rapat, risiko kondensasi (menetesnya air dari ducting) sangat tinggi, yang bisa merusak plafon gypsum Anda.
"Pilih Ducting PU untuk efisiensi energi jangka panjang, namun pilih BJLS jika Anda membutuhkan kekuatan fisik ekstra di area semi-outdoor."
2. Beban Struktur Bangunan
Ini adalah perbedaan yang paling mencolok. Ducting PU sangat ringan (sekitar 1.5 kg/m²), sedangkan BJLS cukup berat karena berbahan logam plus isolasi tambahan. Penggunaan PU dapat mengurangi beban gantung pada struktur atap hingga 70-80% dibandingkan BJLS.
Tabel Perbandingan Head-to-Head
Agar lebih mudah dipahami, kami rangkum dalam tabel berikut:
| Parameter | Ducting PU (Polyurethane) | Ducting BJLS (Seng) |
|---|---|---|
| Material | Busa PU lapis Aluminium Foil | Plat Besi Galvanis |
| Isolasi | Pre-insulated (Terintegrasi) | Perlu tambahan (Glasswool) |
| Berat | Sangat Ringan | Berat |
| Kecepatan Pasang | Cepat & Mudah dibentuk | Lama (Fabrikasi rumit) |
| Risiko Karat | Anti Karat | Bisa Berkarat (Korosi) |
| Harga Awal | Relatif Lebih Mahal | Relatif Lebih Murah |
Kesimpulan: Mana yang Harus Anda Pilih?
Jawaban terbaik tergantung pada kebutuhan spesifik proyek Anda:
- Pilih Ducting PU jika: Anda mengutamakan efisiensi energi, kecepatan pemasangan, beban struktur ringan, dan estetika (tampilan lebih rapi). Sangat cocok untuk Mall, Kantor, Rumah Sakit, dan Farmasi.
- Pilih Ducting BJLS jika: Anda memiliki budget awal yang ketat, ducting akan dipasang di area yang rentan benturan fisik, atau untuk ducting exhaust dapur yang membutuhkan ketahanan panas tinggi (High Temperature) dan ketahanan api yang lebih ekstrem.